Untuk Info Lebih Lanjut :
Juniar Computer
Notebook Centre, Accessories, and Service Centre
Selasa, 12 November 2013
Selasa, 29 Oktober 2013
Efektifkan Penggunaan Cooling Pad
Cooling Pad adalah sebuah alat untuk menjaga suhu laptop tetap
dingin. Biasanya cooler pad ini mengandalkan fan / kipas yang meniupkan udara
segar di bagian bawah dan body luar sebuah notebook. Hembusan angin segar dari
kipas ini difungsikan sebagai pendingin di sekitar laptop sehingga laptop dapat
bekerja pada suhu lebih rendah.
Sebenarnya laptop sendiri sudah didesain
untuk dapat berjalan pada suhu panas. Processor yang digunakan pada sebuah
laptop adalah jenis processor yang berbeda dengan yang digunakan pada dekstop
(PC). Processor untuk laptop dikenal dengan nama processor mobile dan di disain
lebih tahan panas, dan lebih rendah konsumsi listiknya. Tetapi beda dengan
desktop PC yang memiliki lebih banyak ruang terbuka dalam casing, di dalam
casing laptop hampir tidak ada ruang kosong.
Lalu apa alasan mengapa sebuah cooling pad dibutuhkan oleh
sebuah laptop ? Biasanya alasannya antara lain karena ketidaknyamanan tangan
akibat panas yang dihasilkan oleh laptop.
Sumber panas terbesar pada laptop adalah processor-nya (otak
komputer). Seperti sudah disebutkan di atas bahwa sebuah laptop sudah memiliki
fitur untuk mendinginkan dirinya sendiri. Teknologi yang digunakan antara lain
:
- Pendinginan
dengan teknologi stepping speed processor, yaitu sebuah teknologi yang
menurunan kinerja komputer untuk menghemat daya, dan meminimalkan suhu.
Mungkin beberapa pengguna laptop sudah mengenal istilah sleep, idle, atau
full load. Beberapa laptop memiliki software khusus untuk menurunkan
kecepatan processor.
- Pendinginan
dengan cooler heatsink (lempengan alumunium di atas processor) yang dibuat
mini dan ditanamkan pada bagian dalam notebook. Heatsink ini adalah cara
pertama pendinginan di luar processor, sampai ambang panas tertentu (misal
50 derajat celcius). Jika suhu telah diluar ambang batas (misalnya suhu 51
derajat celcius dari maksimal 100 derajat celcius), maka sebuah sensor
suhu akan mengaktifkan kipas / fan pendingin.
- Pendinginan
dengan kipas (Fan), yang pada laptop hanya bekerja misalnya ketika panas
mencapai suhu tertentu (misal 50 celcius). Sensor akan mengaktifkan fan
untuk menurunkan processor sampai titik balik suhu (dalam kasus ini
kembali ke 50 C), dan fan akan mati untuk menghemat baterai notebook.
Walaupun processor dirancang untuk dapat bekerja pada suhu
tinggi, namun panas yang dihasilkan processor ini merambat dari sisi processor
ke seluruh sirkuit board di dalam laptop . Dan dampaknya akan menambah panas
pada bagian lain seperti chipset dan memory.
Lalu bagaimana mendinginkan laptop / notebook agar tetap terjaga
sehingga tidak terjadi overheating ? atau agar sebuah laptop / notebook dapat
bekerja lebih lama dengan suhu lebih rendah ? Melihat dari struktur laptop
sangat sulit menempatkan pendingin tambahan. Selain bentuknya yang kecil dan
sudah padat komponen, ruang sempit di dalam laptop malah membuat suhu panas
processor cepat sekali menyebar dan memberikan panas ke bagian lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
